Ginjal

Friday, August 20, 2010
Ginjal

Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrus tipis  dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (true capsule) ginjal dan di luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelah kranial ginjal terdapat sebuah kelenjar yaitu adrenalin. Bersama dengan ginjal kelenjar adrenal ini dibungkus oleh fasia Gerota yang berfungsi sebagai barier dalam menghambat pendarahan  dari parenkim ginjal serta mencegak ekstravasasi urine pada saat trauma ginjal, termasuk infeksi dan perluasan dari tumor. Di luar fasia gerota ini terdapat jaringan lemak retroperitoneal atau disebut jaringan lemak pararenal. Di sebelah posterior ginjal dilindungi oleh otot punggung yang tebal, tulang rusuk XI dan XII, sedangkan di anterior  dilindungi oleh organ - organ intraperitoneal. Ginjal kanan dikelilingi oleh hepar, kolon, dan duodenum; sedangkan ginjal kiri dikelilingi oleh lien, lambung, pankreas, jejunum, dan kolon.
Struktur Ginjal

Ginjal dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu medula dan kortek. Pada bagian medula inilah terdapat nephron dan di dalam medula terdapat duktuli. Nephron merupakan bagian terkecil dari ginjal  yang terdiri atas, tubulus kontortus proksimalis, tubulus kontortus distalis, dan duktus kolegentes. Di nephron inilah terjadi filtrasi dan sekresi sehingga dibentuklah urine . Setiap hari  kurang lebih 180 liter cairan tubuh difiltrasi glomerulus dan menghasilkan 1 - 2 liter urine. Kemudian urine disalurkan  melalui piramida ke sistem kalises ginjal. Yaitu kaliks minor - infundibulum - kaliks mayor - pielum/pelvis renal. Mukosa sistem pelvikalises terdiri dari epitel transisional dan dinding terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk mengalirkan urine sampai ke ureter.

Vaskularisasi Ginjal

Mendapatkan darah dari arteri renalis yang merupakan cabang dari aorta abdominalis. Renal arteri ternagi menjadi 2 yaitu anterior dan posterior. Cabang posterior memperdarahi  segmen medial dari permukaan posterior sedangkan cabang anterior memperdarahi kutub kranial dan kaudal dan seluruh permukaan anterior ginjal. Arteri renal merupakan end arteri, jika terjadi kerusakan pada arteri ini menimbulkan iskemia/nekrosis pada daerah yang dilayaninya.

Urutan vaskularisasi ginjal
arteri Renal - arteri interlobar - arteri arkuata - arteri interlobularis - arteri afferent - glomerulus - arteri efferent 

Selanjutnya darah keluar dari ginjal melalui vena renalis yang langsung masuk ke vena cava infeior

Sistem Limfatik : mengalir menuju lnn lumbaris

Fungsi Ginjal selain membentuk urine.
1. Sekresi hormon ADH  dan aldosteron dalam mengatur jumlah cairan tubuh
2. Mengatur metabolisme ion Ca dan vitamin D
3. Induksi pembentukan sel - sel darah merah melalui hormon eritropoietin
4. Mengatur tekanan darah melalui hormon Renin

By Andre

No comments:

Post a Comment