Syphilis/Raja Singa

Wednesday, February 24, 2010

Deskripsi

 

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Penyebabnya bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit. Sifilis yang bersifat kronis merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sifilis sering dikenal sebagai Raja Singa.

Bakteri kemudian menyebar ke kelenjar getah bening terdekat. Selanjutnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sifilis juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan. Perlu diketahui, seseorang yang pernah terinfeksi sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Gejala

Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi. Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung, kerusakan otak maupun kematian. Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia. Sedangkan pada fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita. Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul.

Luka primer di daerah genital/ tempat lain seperti di mulut. Pada lues sekunder kadang timbul kandiloma lata.  
Lues laten dan telah lama dapat mengenai organ – organ tubuh lainnya. Pemeriksaan serologis: reaksi wasermann dan VDRL. 
Kelahiran mati atau anak yang lalu dengan lues kongenital merupakan petunjuk bahwa ibu menderita sifilis. 

Klasifikasi :
Lues primer: 9-10 hr stlh terinsfeksi gejala: luka tdk nyeri di penis, bibir kemaluan/ mulut rahim 
Lues sekunder: bbrp bln stlh tahap 1 gejala: kulit bercak kemerahan, tdk gatal, pembesaran kel getah bening, kutil 
Lues laten: tdk ada keluhan 

Pengaruh sifilis terhadap kehamilan:

Infeksi pada janin terjadi setelah minggu ke 16 kehamilan, dimana Treponema telah dapat menembus barier plasenta. Akibatnya kelahiran mati dan partus prematurus.
Bayi lahir dengan lues konginetal : pemfigus sifilitus, diskuamasi telapak tangan-kaki, serta kelainan mulut dan gigi.
Bila ibu menderita baru 2 bulan terakhir tidak akan terjadi lues congenital.

Pencegahan 

Menghindari hubungan seksual dengan penderita sifilis yang sedang dalam masa pengobatan. Jika sifilis sudah memasuki tahap laten maka perlu mengonsumsi obat anti bodi atas petunjuk dokter. Juga dianjurkan untuk tes darah. Selalu menggunakan kondom kalo mau jajan, lebih baik gak usah jajan daripada bingung - bingung.

Pengobatan

Wanita hamil dengan sifilis harus diobati sedini mungkin, sebaiknya sebelum hamil atau pada triwulan I untuk mencegah penularan terhadap janin. Suami harus diperiksa dengan menggunakan tes reaksi wassermann dan VDRL, bila perlu diobati.

Terapi:

Suntikan penisillin G secara IM sebanyak 1 juta satuaan/ hr selama 8-10 hr. 
Obat peroral penisilin dan eritromisin. 
Lues konginetal pada neonatus : Penisillin G 100.000 satuan/ Kg BB.

    No comments:

    Post a Comment